Ciri-ciri Filum Coelenterata

Coelenterata merupakan hewan berongga dengan bentuk tubuh simetri radial. Hewan ini ada yang hidup berkoloni di laut, misal ubur-ubur dan anemon. Namun, ada pula yang hidup soliter di air tawar, contoh anggota dari kelas Hydrozoa. Kelompok hewan Coelenterata termasuk hewan diploblastik. Dinding tubuh hewan ini tersusun dari lapisan ektoderm dan endoderm (gastrodermis). Antara lapisan tersebut terdapat mesoglea atau mesolamela. Pada lapisan ini terdapat anyaman sel-sel saraf yang tersebar.

Gambar: Hydra sp.

Pada bagian ektoderm, terutama bagian tentakel terdapat sel jelatang yang disebut knidoblas. Di dalam knidoblas terdapat nematokis. Nematokis sebagai alat penyengat yang bisa menimbulkan rasa gatal pada tubuh mangsanya. Apabila bertemu dengan mangsanya, nematokis dilepaskan dan mengeluarkan zat racun hipnotoksin.

Gastrodermis berfungsi sebagai rongga gastrovaskular (enteron, usus). Rongga ini untuk mencerna dan mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh. Rongga gastrovaskular hanya memiliki satu lubang. Lubang ini sebagai mulut sekaligus sebagai anus. Di sekitar mulut terdapat tentakel. Tentakel ini untuk menangkap dan memasukkan mangsa ke dalam mulut. Tentakel juga sebagai alat gerak dan pertahanan tubuh terhadap lawannya. Berikut gambar struktur tubuh Coelenterata secara umum.

Rangka tubuh Coelenterata mengandung zat kapur atau zat kitin. Makanan Coelenterata berupa mikroorganisme seperti zooplankton, udang-udang kecil, ataupun larva Insekta.

Filum Coelenterata dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

1) Kelas Hydrozoa

Anggota kelas Hydrozoa ada yang hidup berkoloni dan ada pula yang soliter. Anggota Hydrozoa yang berkoloni mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa, contoh Obelia. Sementara itu, anggota yang soliter hanya mempunyai bentuk tubuh polip, contoh Hydra. Pada kelas Hydrozoa, fase polip lebih dominan dibandingkan fase medusa.

a) Hydra

fase polip dan medusa

Gambar: (a). Fase polip   (b). Fase medusa

Struktur tubuh Hydra

Gambar: Struktur tubuh Hydra

Hydra hidup di air tawar. Hewan ini hidup soliter dan berbentuk polip. Hydra menempelkan pangkal tubuhnya yang berbentuk cakram pada tumbuhan air atau batu. Hydra dapat menghasilkan tunas melalui penonjolan keluar bagian tubuhnya. Pada ujung tunas terdapat mulut yang dikelilingi tentakel. Tentakel untuk menangkap makanan. Selanjutnya, makanan dicerna di rongga gastrovaskular. Ketika tunas lepas dari tubuh induk, tunas akan tumbuh menjadi individu baru. Video mengenai pertunasan Hydra sebagai berikut.

Reprduksi aseksual Hydra dengan cara bertunas

 

b) Obelia

Obelia hidup di laut secara berkoloni. Pada siklus hidupnya, tubuh Obeliaberbentuk polip dan medusa. Pada fase polip, Obeliahidup berkoloni dan terikat pada suatu tempat. Pada fase ini merupakan bentuk vegetatif. Pada Obeliaterdapat dua jenis polip. Polip hidrant yaitu polip yang bertugas mengambil dan mencerna makanan. Polip gonangium yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual dan menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa. Sementara itu, pada fase medusa, Obelia hidup bebas dan soliter. Pada fase ini merupakan bentuk generatif yang menghasilkan gamet.

daur hidup obelia

Gambar: Daur hidup Obelia (Telur (n)�>Zigot (2n) �> Blastula �> Planula �> Polip muda �> Polip Dewasa �> Medusa )

 

2) Kelas Scyphozoa

Bentuk tubuh Scyphozoa seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal sebagai sumber nutrisi. Pada siklus hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominan. Contoh ubur-ubur (Aurelia aurita). Coba simak daur hidup Aurelia aurita berikut.

 

Daur hidup Aurelia aurita

Gambar: Daur hidup Aurelia aurita (ubur-ubur)

Daur hidup ubur-ubur yaitu Telur �> Planula �> Skifistoma �>Strobila �> Efira �> Medusa

Seperti Obelia, Aureliajuga mengalami pergiliran keturunan. Aurelia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi secara internal di dalam tubuh individu betina.

Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia yang disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda yang disebut skifistoma. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurelia tampak seperti tumpukan piring yang disebut strobila. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan berkembang menjadi medusa muda yang disebut efira. Selanjutnya, efira berkembang menjadi medusa dewasa. Agar semakin jelas, perhatian video daur hidup Aurelia aurita berikut.

 

Ubur-ubur banyak dimanfaatkan untuk membuat tepung ubur-ubur. Tepung ini kemudian diolah menjadi bahan kosmetik. Selain untuk kosmetik, di Jepang tepung ubur-ubur juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan.


3) Kelas Anthozoa

Bentuk tubuh Anthozoa menyerupai bunga. Anggota kelas ini hidup di laut sebagai polip soliter maupun koloni. Hewan kelompok ini tidak memiliki bentuk medusa. Tubuh Anthozoa tersusun dari kalsium karbonat (CaCO3), misal Acrodora dan Diploria. Kerangka hewan Anthozoa yang telah mati akan membentuk pulau karang (reef). Rongga gastrovaskular Anthozoa mempunyai sekat yang mengandung nematokis. Demikian juga tentakelnya juga mengandung nematokis. Contoh Anthozoa adalah anemon laut.

anemon-clownfish-anton-w-lowres

Gambar. Anemon laut

Ciri-ciri Porifera

Porifera sulit dikenali sebagai hewan. Filum Porifera disebut juga hewan spons. Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana, mereka tidak memiliki kepala atau anggota badan lain layaknya hewan. Oleh karena itu, banyak yang keliru mengidentifikasi Porifera sebagai tanaman laut. Sesuai dengan asal kata, Porifera berasal dari kata porus yang berarti lubang kecil dan faro yang berarti mengandung atau membawa. Porifera dapat diartikan sebagai hewan yang tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil.

Pori031p sumber biodidac.bio.uottawa.ca        porifera-2     porifera3

Porifera merupakan kelompok hewan yang menetap (sessil) di dasar perairan. Tubuh hewan ini mempunyai pori atau lubang-lubang kecil yang disebut ostium. Ostium berfungsi seperti mulut. Ostium tersusun dari saluran-saluran kecil yang bermuara pada rongga tubuh yang disebut spongosol (paragaster/ atrium). Spongosol bermuara pada puncak tubuh yang berupa saluran pelepasan yang disebut oskulum.

Porifera memiliki sekitar 10.000 spesies yang kebanyakan hidup di air laut. Spesies tersebut bervariasi dalam hal bentuk, ukuran, dan warna. Porifera biasanya dikelompokkan berdasarkan materi yang ditemukan di dalam  rangkanya. Porifera yang terkenal adalah bunga karang yang memiliki serat fleksibel dalam mesenkimnya. Serat tersebut dibuat dari protein yang disebut spongin.

Porifera termasuk hewan diploblastik. Oleh karena itu, hewan ini tersusun dari dua lapis sel. Lapisan luar tersusun oleh sel-sel epitel sederhana yang disebut
pinakosit. Sementara itu, di lapisan dalam tersusun oleh sel-sel berleher yang dinamakan koanosit. Koanosit mempunyai flagela, vakuola, dan nukleus.

Gambaran tentang Porifera dapat Anda simak melalui video berikut.

 

Struktur tubuh Porifera dapat diamati melali gambar di bawah ini.

image 

Berikut gambar  aliran udara Porifera terjadi dari luar tubuh dan keluar melewati oskulum.

image

 

Pada bagian antara pinakosit dan koanosit terdapat mesoglea. Mesoglea tersusun dari zat gelatin. Pada Mesoglea terdapat bagian-bagian seperti berikut.

1) Sel-sel amoebosit untuk mengangkut sisa metabolisme dari satu sel ke sel lainnya dan mengangkut zat makanan. Mekanismenya yaitu jika sel koanosit mendapat makanan, sel amoebosit akan mendekat ke koanosit. Lalu amoebosit akan menyerap zat makanan dan diedarkan ke seluruh tubuh.

2) Porosit untuk membuka dan menutup pori.

3) Skleroblas untuk membentuk spikula. Spikula merupakan duri-duri yang tersusun dari zat kapur, kersik, atau protein (spongin). Spikula ini menyusun kerangka tubuh.

4) Arkeosit untuk membentuk sel reproduktif, misal dalam pembentukan tunas, pembentukan gamet, dan berperan dalam regenerasi sel.

Porifera memiliki saluran air yang unik. Air masuk melalui dinding tubuh yang berpori. Air tersebut kemudian disaring oleh sel-sel koanosit. Pada bagian dalam sel-sel ini terdapat flagela yang berperan menangkap makanan yang terangkut dalam air. Setelah itu, makanan dicerna di dalam koanosit. Setelah dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amoebosit ke sel-sel lain. Zat sisanya dikeluarkan bersama sirkulasi air oleh spongosol melalui oskulum.

Sistem saluran air pada Porifera ada tiga tipe, yaitu asconoid, syconoid, dan leuconoid /rhagon.
1) Tipe Asconoid
Tipe ini merupakan tipe yang paling sederhana. Lubang-lubang ostium pada tipe ini langsung dihubungkan dengan saluran lurus yang menuju spongosol. Contoh Leucosolenia sp.

Leucosolenia 2Leucosolenia

Gambar. Leucosolenia sp.

2) Tipe Syconoid
Pada tipe ini lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Rongga-rongga ini dilapisi oleh koanosit. Contoh Scypha sp.

scypha 1scypha 2

3) Tipe Leuconoid atau Rhagon
Pada tipe ini lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan dengan spongosol. Contoh Spongia sp.

spongia 1spongia 2

Reproduksi Porifera

Porifera dapat bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual, Porifera bereproduksi dengan cara bertunas. Cara reproduksi aseksual lainnya adalah dengan memproduksi amoebosit yang dikelilingi oleh suatu "dinding". Struktur ini dinamakan gemule. Gemule dapat bertahan di cuaca yang sangat dingin atau di musim dingin. Pada saat musim semi, dinding gemule terurai dan amoebosit berdiferensiasi menjadi individu baru.

Reproduksi seksual pada Porifera sangat indah, karena menyerupai pesta kembang api jika disamakan dengan peristiwa di daratan. Berikut video singkat tentang perkembangbiakan seksual Porifera.

Pada umumnya, Porifera adalah hermafrodit (memiliki dua alat kelamin dalam tubuhnya). Porifera memproduksi baik sel telur maupun sperma. Sel telur dan sel sperma diproduksi oleh amoebosit atau sel-sel kolar melalui meiosis. Pembuahan pada Porifera terjadi di luar tubuh atau disebut pembuahan luar. Hasil pembuahan menghasilkan zigot yang akan membelah dan membentuk larva berflagel. Larva tersebut berada di permukaan air dan akan tumbuh menjadi bentuk dewasa yang sesil (menempel).

Klasifikasi Porifera Berdasarkan Ciri-cirinya

Porifera memiliki saluran air yang unik. Air masuk melalui dinding tubuh yang berpori. Air tersebut kemudian disaring oleh sel-sel koanosit. Pada bagian dalam sel-sel ini terdapat flagela yang berperan menangkap makanan yang terangkut dalam air. Setelah itu, makanan dicerna di dalam koanosit. Setelah
dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amoebosit ke sel-sel lain. Zat sisanya dikeluarkan bersama sirkulasi air oleh spongosol melalui oskulum.

Sistem saluran air pada Porifera ada tiga tipe, yaitu asconoid, syconoid, dan leuconoid /rhagon.
1) Tipe Asconoid
Tipe ini merupakan tipe yang paling sederhana. Lubang-lubang ostium pada tipe ini langsung dihubungkan dengan saluran lurus yang menuju spongosol. Contoh Leucosolenia sp.

2) Tipe Syconoid
Pada tipe ini lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Rongga-rongga ini dilapisi oleh koanosit. Contoh Scypha sp.

3) Tipe Leuconoid atau Rhagon
Pada tipe ini lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan dengan spongosol. Contoh Spongia sp.

image

Gambar : Tiga tipe saluran air pada Porifera

Pada tubuh Porifera terdapat spikula-spikula yang mengandung zat kapur (kalsium), zat kersik (silikat), atau benang-benang spongin. Bentuk spikula ini pun bermacam-macam sebagai berikut.

image

 

Sementara itu, klasifikasi Porifera berdasarkan bentuk dan kandungan spikula dibedakan menjadi tiga kelas berikut.

1) Kelas Calcarea
Rangka tubuh Calcarea bersifat kalkareus. Hal ini karena spikulanya mengandung kalsium karbonat (kapur). Sebagian spikulanya berbentuk monaxon dan triaxon sehingga tampak seperti duri-duri kecil. Anggota kelas ini banyak tersebar di laut dangkal di seluruh dunia. Contoh Scypha sp., Cerantia sp., Sycon sp., Leucon sp., dan Clathrina sp.

Gambar: spesies Clathrina sp.

2) Kelas Hexactinellida

Spikula pada kelas ini mengandung banyak benang silikat atau kersik (SiO2). Sementara itu, spikulanya berbentuk triaxon dengan enam cabang. Bentuk hewan-hewan pada kelas ini menyerupai gelas, silinder, atau corong. Contoh Euplectella aspergilium, Pheronema, dan Hyalonema sp.

Gambar: Euplectella aspergilium

3) Kelas Demospongia
Hewan anggota kelas ini bertulang lunak karena tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memiliki rangka, rangkanya tersusun dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari zat silikat. Bentuk spikulanya ada yang monaxon atau tetraxon. Contoh Euspongia sp., Callyspongia sp., Clionia sp., Phyllospongia sp., dan Spongia sp.

Gambar: Callyspongia sp.


Beberapa jenis Porifera bermanfaat bagi manusia. Sisa sponsnya dapat digunakan sebagai alat penggosok badan dan pembersih kaca, misal Spongiasp. Jenis lainnya berperan penting menyusun biodiversitas di dasar samudra. Selain itu, anggota Porifera juga mampu bersimbiosis dengan bakteri yang menghasilkan �bioaktif�. Bioaktif ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia yang kita kenal sebagai hewan, memiliki bentuk yang beraneka ragam. Mulai dari Porifera yang sederhana hingga paus biru yang merupakan Mammalia terbesar.

Semua anggota kingdom Animalia merupakan organisme multiseluler. Tidak seperti Protista yang melakukan semua aktivitas biologisnya dalam satu sel, Animalia memiliki sel-sel yang telah terspesialisasi. Sel-sel yang telah terspesialisasi ini hanya mampu melakukan fungsi tertentu dan tidak dapat melakukan fungsi yang lain. Sel hewan yang berfungsi sebagai penyusun alat gerak atau sistem pencernaan, memerlukan sel lainnya untuk dapat melaksanakan fungsinya. Contohnya, sel darah merah yang memberikan suplai oksigen bagi sel saraf.

Kingdom-Animalia

Anggota kingdom Animalia bersifat heterotrof. Dapatkah Anda menjelaskan mengapa hewan bersifat heterotrof? Hewan tidak dapat memproduksi makanan sendiri, hanya dapat memperoleh makanan dari
organisme lain. Hewan merupakan organisme multiseluler dan sel-selnya telah terspesialisasi, anggota kingdom Animalia memiliki sistem pencernaan dan sistem transpor. Makanan yang didapat kemudian dicerna menjadi molekul sederhana dan disalurkan ke seluruh sel tubuh melalui sistem transpor. Secara umum ciri-ciri kingdom Animalia sebagai berikut.

  1. Makhluk hidup multiseluler
  2. Memperoleh makanan secara heterotrof
  3. Memerlukan oksigen
  4. Reproduksi secara seksual, pada beberapa filum secara aseksual
  5. Bentuk dewasanya selalu diploid (2n)

Dari sekitar dua juta spesies kingdom Animalia, 97 persen merupakan kelompok invertebrata, yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

Adapun, tiga persen sisanya merupakan kelompok vertebrata, hewan yang memiliki tulang belakang. Namun, perlu diingat bahwa pembagian hewan ke dalam dua kelompok tersebut bukanlah pembagian secara formal berdasarkan taksonomi, melainkan peninggalan sistem klasifikasi terdahulu. Dari sekian banyak anggota kingdom Animalia, para ahli taksonomi melakukan klasifikasi berdasarkan empat hal, yakni simetri tubuh, rongga tubuh, jumlah lapisan tubuh, dan segmentasi tubuh.

Berdasarkan simetri tubuhnya, terdapat hewan yang memiliki simetri tubuh bilateral dan simetri tubuh radial. Pada simetri tubuh bilateral, hanya terdapat satu bidang pembelahan khayal yang membagi tubuh sama besar sehingga memiliki bagian tubuh anterior (depan), posterior (belakang), dorsal (atas), dan ventral (bawah). Pada simetri radial, hanya memiliki bagian dorsal (atas) dan ventral (bawah) saja.

Untuk memahami bentuk simetri pada hewan, perhatikan gambar berikut:

(a)Simetri bilateral pada ikan dan (b) simetri radial pada anemon laut.

simetri tubuh hewan

Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hewan terbagi menjadi hewan diploblastik dan triploblastik. Hewan diploblastik merupakan hewan yang tubuhnya memiliki lapisan ektoderm dan lapisan endoderm. Contoh hewan kelompok ini adalah Porifera. Adapun hewan triploblastik adalah hewan yang tubuhnya memiliki tiga lapisan yaitu lapisan paling luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Hewan triploblastik ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu Acoelomata,
Pseudocoelomata, dan Coelomata.

Acoelomata adalah hewan yang bertubuh padat tanpa rongga (coelom) di antara usus dan tubuh bagian luarnya. Contoh dari hewan ini antara lain anggota Platyhelminthes (cacing pipih) (Gambar a). Pseudocoelomata adalah hewan yang memiliki rongga (coelom) di dalam saluran tubuhnya (Gambar b). Rongga tersebut berisi cairan, yang memisahkan alat pencernaan dengan lapisan mesoderm dan ektoderm. Contoh hewan dari kelompok ini adalah Nematoda (cacing gilig) dan Porifera. Adapun Coelomata merupakan hewan yang memiliki rongga tubuh (coelom) berisi cairan dan memiliki sekat. Sekat-sekat tersebut berasal dari jaringan mesoderm (Gambar c).

image

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kingdom Animalia dikelompokkan antara lain menjadi 14 filum. Keempat belas filum tersebut terdiri atas dua kelompok besar, yaitu invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang).

Apabila dibuat dalam sebuah tabel, klasifikasi Kingdom Animalia dapat dinyatakan sebagai berikut.

Klasifikasi Kingdom Animalia

A. Kelompok Invertebrata terdiri atas:

1. Porifera
2. Cnidaria
3. Ctenophora
4. Paltyhelminthes
5. Nemertea
6. Rotifera
7. Nematoda
8. Mollusca
9. Onychophora
10.Annelida
11. Arthropoda
12.Phorozoa
13.Bryozoa
14.Brachipoda
15. Echinodermata

B. Kelompok Vertebrata terdiri atas:

16. Chordata
       Subfilum Urochordata
       Subfilum Cephalochordata
       Subfilum Vertebrata
           Kelas Chordrichtyes
           Kelas Osteichtyes
           Kelas Amphibia
           Kelas Reptilia
           Kelas Aves
           Kelas Mammalia

Apa Saja Ciri-ciri Makhluk Hidup?

 

Semua makhluk hidup memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan benda tidak hidup. Ciri-ciri makhluk hidup antara lain memerlukan makanan, bernapas, mengeluarkan zat sisa, bergerak, peka/menanggapi rangsang, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, beradaptasi, dan memiliki bahan genetik. Contoh makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Berikut ini adalah ciri-ciri makhluk hidup.

 

1. Memerlukan Makanan

Makhluk hidup memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Makanan berguna untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak, menghasilkan tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas, dan untuk perkembangbiakan. Makhluk hidup memperoleh makanan dengan cara yang berbeda-beda.

harimau makan daging

Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Pada proses ini, tumbuhan mengambil air dari dalam tanah dan mengambil karbon dioksida dari udara. Kedua zat tersebut dengan bantuan cahaya matahari dapat diubah menjadi karbohidrat. Reaksi kimia dalam fotosintesis berikut ini.

image

Sebagian karbohidrat merupakan sumber energi bagi tumbuhan dan sebagian lagi disimpan sebagai makanan cadangan. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Manusia memperoleh makanannya dengan cara memakan tumbuhan atau hewan.

 

Sementara itu, beberapa jenis hewan memperoleh makanannya dengan cara memakan tumbuhan atau hewan saja. Namun, ada juga hewan yang memakan baik tumbuhan maupun hewan lainnya.

2. Bernapas

Semua makhluk hidup memerlukan oksigen dari lingkungan untuk bernapas. Oksigen yang kita hirup saat bernapas digunakan untuk membakar makanan sehingga menghasilkan tenaga atau energi. Energi tersebut digunakan untuk semua aktivitas kehidupan.

bernapas

Selain energi, pembakaran makanan menghasilkan uap air dan karbon dioksida. Kedua zat ini dikeluarkan saat kita mengembuskan napas. Proses pernapasan ini dapat digambarkan dalam reaksi kimia berikut.

image

Alat pernapasan pada makhluk hidup bermacam-macam. Paru-paru merupakan alat pernapasan pada manusia dan hewan darat. Insang merupakan alat pernapasan pada hewan air. Trakea merupakan alat pernapasan serangga.

Tumbuhan tidak memiliki paru-paru atau insang sebagai alat pernapasan. Tumbuhan memiliki alat pernapasan khusus, yaitu stomata dan lentisel. Stomata merupakan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan daun dan lentisel merupakan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan kulit batang.


3. Mengeluarkan Zat Sisa

Tentu kamu mengeluarkan urine setiap hari. Urine ini dihasilkan oleh ginjal dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran kencing. Urine mengandung urea dan garam mineral lain. Zat-zat dalam urine tersebut merupakan zat sisa dari proses metabolisme tubuh. Zat sisa akan menumpuk dalam tubuh jika tidak dikeluarkan. Keadaan ini dapat membahayakan tubuh karena zat tersebut dapat  meracuni tubuh.Proses pernapasan juga mengeluarkan zat sisa, yaitu karbon dioksida dan uap air.

Kedua zat ini dihasilkan di paru-paru dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Proses pengeluaran zat sisa disebut ekskresi. Ginjal dan paru-paru merupakan alat ekskresi pada manusia. Selain ginjal dan paru-paru, manusia juga memiliki alat ekskresi berupa kulit dan hati. Kulit mengekskresikan keringat dan hati mengekskresikan cairan empedu. Beberapa jenis hewan juga memiliki alat ekskresi yang sama dengan manusia, contohnya kambing dan kelinci.

mengeluarkan urine

Tumbuhan tidak memiliki saluran pembuangan khusus seperti hewan. Zat sisa pada tumbuhan berupa karbon dioksida dan uap air. Zat-zat tersebut dikeluarkan melalui stomata pada daun dan lentisel pada batang.


4. Bergerak

Gerakan pada makhluk hidup mudah kamu amati pada manusia dan sebagian besar hewan. Hal ini karena manusia dan hewan mampu bergerak aktif dan berpindah tempat. Alat gerak manusia berupa kaki dan tangan serta alat gerak hewan berupa kaki/tungkai, sayap, dan sirip.

run cheetah

Gerakan tumbuhan sangat lambat sehingga gerakannya sulit untuk diamati oleh mata kita. Gerak tumbuhan bersifat pasif. Tumbuhan melakukan gerak tanpa berpindah tempat. Gerak tumbuhan dipengaruhi oleh rangsang. Contohnya daun putri malu yang mengatup ketika disentuh dan gerak ujung batang yang tumbuh ke arah cahaya matahari.


5. Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)

Makhluk hidup mampu menerima dan menanggapi rangsang yang diterima. Kemampuan ini disebut  iritabilita. Rangsang dapat berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Rangsang dari luar tubuh dapat berupa rangsang yang bersifat fisik dan kimiawi. Contoh rangsang yang bersifat fisik, yaitu intensitas cahaya, perubahan suhu, dan sentuhan. Contoh rangsang yang bersifat kimiawi adalah bau zat kimia tertentu. Rangsang dari dalam tubuh dapat berupa rasa lapar dan haus.

peka terhadap rangsang

Manusia dan hewan memiliki alat indra yang peka terhadap rangsang. Ada lima indra, mata peka terhadap cahaya, telinga peka terhadap suara, hidung peka terhadap bau, lidah peka peka terhadap
rasa, dan kulit peka terhadap sentuhan, perubahan suhu, dan tekanan. Semua rangsang akan diterima oleh reseptor pada alat indra. Rangsang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat sehingga tubuh dapat menanggapi rangsang tersebut.

Tumbuhan tidak memiliki alat indra dan sistem saraf untuk menerima dan menyebarkan rangsang. Rangsang yang datang pada tumbuhan disebarkan oleh cairan dalam sel tumbuhan. Tumbuhan tertentu memiliki kepekaan terhadap jenis rangsang tertentu pula. Contohnya ujung batang tumbuhan tumbuh membengkok ke arah cahaya, akar tumbuhan tumbuh ke arah pusat bumi, dan daun putri malu akan mengatup jika disentuh.


6. Tumbuh dan Berkembang

Manusia mengalami pertumbuhan dari bayi, anak-anak, remaja, dan akhirnya menjadi dewasa. Pada proses pertumbuhan terjadi penambahan ukuran tubuh dari yang semula kecil kemudian berubah menjadi besar. Hal ini terjadi karena jumlah dan ukuran sel penyusun tubuh mengalami penambahan. Pertumbuhan bersifat irreversible atau tidak dapat balik dan bersifat kuantitatif atau dapat diukur. Manusia juga mengalami perkembangan. Perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif atau tidak dapat diukur. Perkembangan merupakan perubahan/penyempurnaan struktur dan fungsi organ tubuh yang menyertai proses pertumbuhan.

tanaman tumbuh

Hewan dan tumbuhan juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yaitu faktor keturunan dan hormon. Adapun faktor luar meliputi faktor-faktor lingkungan, misalnya suhu dan kelembapan udara.

8. Beradaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Kemampuan ini berguna agar makhluk hidup dapat bertahan hidup di lingkungannya. Ada tiga macam bentuk adaptasi yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkunganyang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh adaptasi morfologi yaitu bentuk paruh burung pelikan yang panjang dan berkantong sehingga ikan dapat masuk ke dalam paruhnya.

pelikan adaptasi morfologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap keadaan lingkungan. Contoh adaptasi fisiologi yaitu bunga tanaman mengeluarkan bau yang khas untuk menarik perhatian serangga agar datang dan membantu penyerbukannya. Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi tingkah laku yaitu bunglon mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya agar keberadaannya tidak diketahui pemangsanya.

9. Memiliki Bahan Genetik

Setiap makhluk hidup memiliki bahan genetik berupa DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid). DNA dan RNA ini terangkai di dalam kromosom. Kromosom berada di dalam inti sel. Bahan genetik ini berperan menyintesis protein dan menentukan sifat-sifat genetik setiap individu.

asam nukleat

Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Para ahli berupaya mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kedekatan hubungan kekerabatan.
Klasifikasi ini disebut klasifikasi sistem filogeni. Pengelompokan sistem ini terus-menerus mengalami
perkembangan. Perhatikan perkembangan klasifikasi filogeni dari masa-ke masa berikut penyempurnaan sistem klasifikasinya berikut ini.

1. Sistem Dua Kingdom

Sistem dua kingdom pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles (Yunani). Dalam sistem ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom Plantae dan Animalia.

3-3_aristoteles
a. Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan), meliputi berbagai makhluk hidup yang mempunyai ciri berdinding sel dan mempunyai klorofil. Anggota kingdom Plantae meliputi bakteri, jamur, ganggang, paku, dan tumbuhan berbiji.
b. Kingdom Animalia (kerajaan hewan), meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki ciri tidak berdinding sel dan tidak mempunyai klorofil. Anggota kingdom ini meliputi Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

2. Sistem Tiga Kingdom

Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi Kingdom Monera, Plantae, dan Animalia.
a. Kingdom Monera adalah kelompok makhluk hidup yang memiliki ciri tersusun dari satu atau banyak sel dan belum memiliki membran inti.Anggota kingdom ini meliputi bakteri dan ganggang hijau-biru.
b. Kingdom Plantae adalah kelompok tumbuhan yang meliputi jamur, lumut, paku, dan tumbuhan biji.
c. Kingdom Animalia adalah kelompok hewan yang terdiri atas Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

Namun demikian, ada juga ilmuwan yang mengembangkan klasifikasi tiga kingdom yang berbeda. Haeckel pada tahun 1866 mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kingdom yaitu Protista, Plantae, dan Animalia. Kingdom Protista adalah kelompok makhluk hidup yang tersusun dari satu atau banyak sel, memiliki membran inti, dan memiliki organel. Anggota kingdom ini meliputi Protozoa, ganggang, dan jamur. Anggota kingdom Plantae hanya terdiri atas lumut dan tumbuhan berpembuluh.

3. Sistem Empat Kingdom
Sistem empat kingdom terdiri atas kingdom Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera terdiri atas bakteri dan ganggang hijau-biru. Kingdom Fungi dipisahkan dari Plantae karena tidak mempunyai klorofil walaupun sama-sama mempunyai dinding sel. Adapun kingdom Animalia meliputi berbagai jenis hewan seperti dalam sistem tiga kingdom.

Pengelompokan Makhluk Hidup dalam Lima Kingdom

Pengelompokan makhluk hidup menjadi lima kingdom pertama kali dikemukakan oleh Whittaker pada tahun 1969. Pengelompokan pada tingkat kingdom memiliki persamaan ciri yang lebih sedikit. Dengan demikian, spesies yang terdapat dalam kelompok tersebut berjumlah banyak. Pengelompokan makhluk
hidup menjadi lima kingdom menurut Whittaker meliputi Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
a. Monera (sekarang Eubacteria dan Archaebacteria)
Monera meliputi makhluk hidup yang sangat sederhana. Tubuh Monera terdiri atas satu sel (uniseluler). Oleh karena itu, anggota-anggota Monera tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Monera dapat dilihat menggunakan alat bantu, misal mikroskop.
Robet Whittaker
Gambar: Robert Whittaker

Inti sel Monera tidak dapat dilihat dengan jelas karena tidak memiliki membran inti. Oleh karena itu, Monera tergolong organisme prokariotik (tidak memiliki membran inti). Monera berkembang biak dengan cara membelah diri. Monera membelah dengan cara sederhana, yaitu satu sel menjadi dua, dua sel menjadi empat, dan seterusnya. Pada kondisi yang ideal setiap sel bakteri akan membelah setiap 20 menit.
Anggota Monera pada umumnya tidak dapat bergerak. Namun, ada beberapa anggota Monera yang mampu bergerak. Monera yang mampu bergerak biasanya memiliki alat gerak berupa flagela. Termasuk dalam kingdom ini yaitu bakteri dan ganggang hijau-biru (Cyanobacteria). Bentuk bakteri bermacam-macam, ada yang berbentuk batang (bacillus), berbentuk bulat (coccus), berbentuk lengkung (comma), dan berbentuk spiral (spirillum). Bakteri berbentuk batang dan bulat biasanya mempunyai flagela. Flagela ini berfungsi sebagai alat gerak.
Sebagian besar anggota Monera bermanfaat bagi manusia, contoh bakteri Streptococcus lactis. Bakteri Streptococcus lactis digunakan untuk pembuatan mentega. Namun, beberapa jenis Monera dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, misal Salmonella typhosa yang dapat mengakibatkan penyakit tifus.
b. Protista
Semua anggota kingdom Protista mempunyai inti sel yang diselubungi membran inti. Oleh karena itu, inti sel Protista dapat terlihat jelas jika diamati menggunakan mikroskop. Berdasarkan sifat ini, anggota Protista dikelompokkan dalam organisme eukariotik. Sebagian besar anggota Protista tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler). Sebagian besar anggota Protista tidak memiliki dinding sel, hanya sebagian kecil saja yang memiliki dinding sel dari silika. Beberapa jenis Protista memiliki klorofil seperti pada tumbuhan. Akan tetapi, ada pula anggota Protista yang melakukan aktivitas seperti hewan, yaitu bergerak dan mencari makan (tidak memproduksi makanannya sendiri). Berdasarkan ciri-ciri tersebut, anggota-anggota Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Algae (Protista mirip tumbuhan), Protozoa (Protista mirip hewan), dan Protista mirip jamur.
1) Algae
Algae dikenal sebagai Protista mirip tumbuhan karena memiliki dinding sel dan klorofil. Oleh karena itu, Algae mampu memproduksi makanannya sendiri. Tubuh Algae belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Algae ada yang bersel satu, tetapi ada pula yang bersel banyak. Beberapa Algae memiliki flagela sehingga mampu bergerak, tetapi ada pula yang tidak. Contoh Algae yang memiliki alat gerak yaitu Euglena.


2) Protozoa
Protozoa dikenal sebagai Protista mirip hewan karena mampu bergerak. Pergerakan Protozoa disebabkan oleh adanya alat gerak. Alat gerak Protozoa berbeda-beda. Alat gerak Protozoa berupa kaki semu (pseudopodia), rambut getar (silia), dan rambut cambuk (flagela). Protozoa hidup di air tawar, air laut, dalam tanah, maupun parasit pada tubuh makhluk hidup lain. Contoh Protozoa yaitu Amoeba dan Paramecium.
3) Protista Mirip Jamur
Anggota kelompok Protista ini memiliki ciri menyerupai jamur. Anggota Protista ini dibedakan dengan jamur karena memiliki sistem perkembangbiakan dan siklus hidup lebih sederhana dibanding jamur. Contoh jamur lendir (Slime molds).
c. Fungi
Makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Fungi memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki klorofil. Oleh karena itu, anggota Fungi tidak dapat melakukan fotosintesis. Fungi berkembang biak dengan spora. Anggota Fungi ada yang bersifat saprofit atau parasit. Sel-sel Fungi memiliki membran inti. Oleh karena itu, sel-sel Fungi bersifat eukariotik. Selain memiliki membran inti, sel-sel Fungi memiliki
dinding sel yang terdiri atas kitin atau selulosa. Tubuh tersusun dari benang-benang/hifa. Hifa bercabang-cabang dan membentuk anyaman yang disebut miselium. Fungi biasa hidup di tempat lembap yang mengandung banyak bahan organik. Makhluk hidup yang termasuk Fungi yaitu ragi (yeast), jamur merang, dan jamur karat.
d. Plantae
Plantae disebut dunia tumbuhan. Tumbuhan yang termasuk dalam kingdom Plantae antara lain Bryophyta (tumbuhan lumut), Pteridophyta (tumbuhan paku-pakuan), dan Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Tumbuhan bersifat multiseluler, eukariotik, memiliki dinding sel yang kaku dan kuat tersusun dari selulosa, serta mampu melakukan fotosintesis. Kingdom Plantae merupakan penyedia makanan di alam. Oleh karena itu, Plantae disebut juga dunia produsen. Kingdom Plantae dibagi menjadi beberapa divisi sebagai berikut.
1) Bryophyta
Bryophyta (tumbuhan lumut) umumnya hidup di tempat lembap. Tubuh memiliki akar, batang, dan daun yang belum jelas. Akar lumut disebut rhizoid yang berfungsi sebagai alat untuk menempel dan menyerap makanan. Batang tumbuhan lumut tidak dapat membesar, tetapi hanya bertambah panjang. Bryophyta belum mempunyai berkas pembuluh angkut sehingga dikelompokkan dalam Atracheophyta. Pada daur hidup tumbuhan lumut terdapat pergantian keturunan antara fase vegetatif dan fase generatif. Pergantian keturunan ini dinamakan metagenesis.

lumut daun
Gambar: Lumut daun
Pada daur hidup tumbuhan lumut, fase generatif (gametofit) lebih menonjol daripada fase vegetatif (sporofit). Tumbuhan lumut memiliki alat kelamin jantan yang disebut anteridium. Anteridium menghasilkan spermatozoid. Alat kelamin betina disebut arkegonium yang menghasilkan ovum. Apabila spermatozoid dan ovum bertemu maka akan terbentukbadan penghasil spora yang disebut sporogonium.
2) Pteridophyta
Plantae Pterydophyta
Pteridophyta terdiri atas tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan paku telah memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Akarnya berupa akar serabut. Batang tumbuhan paku sudah memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem).Biasanya, daun tumbuhan paku yang masih muda menggulung. Pada daun terdapat kotak spora (sporangium). Seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku juga mengalami metagenesis. Perbedaannya, pada Pteridophyta sporofit (fase vegetatif) lebih menonjol daripada gametofit (fase generatif). Pada tumbuhan paku, alat kelamin jantan disebut anteridium yang akan menghasilkan sperma. Alat kelamin betina disebut arkegonium yang akan menghasilkan ovum.
3) Spermatophyta
bunga berbiji
Spermatophyta disebut juga tumbuhan berbiji. Seperti namanya, tumbuhan berbiji menghasilkan biji. Tumbuhan berbiji memiliki organ tubuh yang sudah lengkap, terdiri atas akar, batang, dan daun. Spermatophyta dibagi menjadi dua subdivisi, yaitu Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).
Gymnospermae memiliki ciri-ciri berikut.
strobilus Gymnospermae
a) Berakar tunggang.
b) Memiliki daun yang sempit, tebal, dan kaku.
c) Daun buah dan badan penghasil serbuk sari terpisah, masing-masing disebut strobilus. d) Batang dan akar memiliki kambium.
e) Pembuahan tunggal.
Beberapa tumbuhan Gymnospermae memiliki manfaat bagi manusia seperti berikut.
a) Sebagai bahan industri kertas, yaitu Taxodium, Agathis alba, dan Pinus merkusii.
b) Sebagai bahan pembuatan korek api, yaitu Pinus merkusii(pinus) dan Agathis alba.
c) Sebagai bahan makanan, yaitu Gnetum gnemon(melinjo).
Sementara itu, Angiospermae (berbiji tertutup) dibagi menjadi dua kelas, yaitu Monocotyledoneae (tumbuhan berkeping satu) dan Dicotyledoneae (tumbuhan berkeping dua). Perbedaan ciri-ciri antara kedua kelas anggota Angiospermae tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel Perbedaan Ciri-Ciri Antara Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae
image