Simbiosis Fungi: Mikoriza dan Lichenes

1. Mikoriza

Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuh-tumbuhan. Simbiosis tersebut  bersifat saling menguntungkan, yaitu jamur memperoleh zat organik dan akar tumbuh-tumbuhan memperoleh air dan unsur hara. Beberapa jamur Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina dapat bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo. Berdasarkan kedalaman jaringan tumbuhan yang digunakan, mikoriza digolongkan menjadi dua yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.

 

image
1) Ektomikoriza, hifa jamurnya hanya hidup pada jaringan epidermis akar tumbuhan, misal mikoriza
yang hidup di akar pinus.
2) Endomikoriza, hifa jamurnya menembus sampai jaringan korteks akar, misal mikoriza yang
hidup di akar anggrek.

2. Lichenes

Lichenes juga disebut dengan lumut kerak. Lichenes merupakan simbiosis mutualisme antara Algae dengan Fungi. Fungi yang bersimbiosis biasanya dari golongan Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Adapun organisme fotosintetik yang terlibat dalam fotosintesis yaitu Cyanobacteria atau Algae hijau uniseluler. Struktur tubuh Lichenes berbentuk talus, bagian luar merupakan miselium, dan bagian dalam tersusun atas hifa. Di antara miselium dan hifa jamur terdapat sel-sel Algae.
1) Bagian dari Algae disebut phicobiont yaitu dari divisi Cyanophyta dan Chlorophyta.
2) Bagian Fungi disebut mycobiont yaitu dari divisi Ascomycotina dan Basidiomycotina.


lichenes struktur

Gambar.Struktur lumut kerak (Lichenes)

Dalam simbiosis ini, Fungi memperoleh bahan organik dari Algae dan sebaliknya Algae memperoleh air dan mineral dari jamur. Hifa Fungi berperan mempertahankan kelembapan lingkungan yang sangat dibutuhkan Algae untuk mensintesis karbohidrat. Habitat Lichenes pada umumnya melekat di bebatuan (contoh: Parmelia), melekat di batang pohon (contoh: Grafu), dan tempattempat lembap yang lain. Reproduksi seksual Lichenes terjadi sesuai dengan divisi Fungi dan Algae. Jika askospora atau basidiospora bertemu dengan Algae, akan terbentuk Lichenes baru.

Reproduksi aseksualnya dengan cara fragmentasi. Setelah terjadi fragmentasi, terbentuklah soredia. Soredia merupakan sel Algae yang diselubungi oleh hifa atau miselium jamur. Soredia membentuk  tepung soredia. Tepung soredia akan membentuk Lichenes baru jika mendapat substrat yang sesuai.

Berikut contoh-contoh lumut kerak di alam dengan citarasa seni tinggi di alam.

LICHENES 2LICHENESlichenes-algae-fungi 2lichenes-algae-fungi

Ada empat macam Lichenes berdasarkan bentuk talusnya.

 

Gambar via: ikhsanizumara049bhe.files.wordpress.com


1) Krustosa (seperti kerak) yang tumbuh melekat pada substrat. Contoh: Physeia.
2) Foliosa (seperti daun) yang tumbuh sangat rapat pada substrat atau bahkan di dalam permukaannya. Contoh: Parmelia.
3) Fruktikosa/ Fruktitos (seperti rumpun) yang berbentuk rumpun tegak dan dapat mencapai ketinggian 10 cm. Contoh: Usnea (lumut janggut).

4) Squamulose memiliki ukuran kecil dan berdaun dan berdaun longgar sebagai lampiran untuk substrat.

Contoh Lichenes dan peranannya.
1) Cladonia rengiferina sebagai makanan hewan.
2) Roccella tinctoria sebagai bahan lakmus untuk mengukur indikator pH.
3) Cetraria islandica dan Usnea dasypoga sebagai bahan obat-obatan

 

Referensi

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/561609/squamulose-thallus

Solomon, Eldra. P., Linda R. Berg, Diana W. Martin. 1999. Biology. Jilid 1. Fifth Edition. Orlando: Saunders College Publishing.

Mengenal Fungi Divisi Basidiomycotina

Divisi Basidiomycota beranggotakan sekitar 25.000 spesies. Jamur ini mudah dikenal karena umumnya memiliki tubuh buah seperti payung. Walaupun sebagian jamur divisi ini dapat dikonsumsi, beberapa jamur dapat pula mematikan.Video berikut akan mengajak kita  berpetualang untuk mengenal beberapa jamur yang beracun di alam.
1. Ciri-Ciri Basidiomycotina
a. Struktur tubuhnya multiseluler dan biasanya makroskopis. Pada umumnya tubuh buah Basidiomycotina mempunyai bagian-bagian berikut:
1) Tudung (pileus) merupakan bagian yang di bagian  bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda,pileus dibungkus oleh selaput (velium universale) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah. 
image
Gambar: Struktur Basidiocarp
2) Bilah (lamella), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian.
3) Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium  yang sangat kompak dan tumbuh tegak menopang tudung.
4) Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar  tangkai.
b. Memiliki hifa bersekat. Hifa vegetatifnya mempunyai satu inti (n) dan hifa generatifnya mempunyai dua inti (2n).
c. Cara hidupnya ada yang saprofit, misalnya saprofit pada serasah  daun, merang padi, atau batang pohon yang mati, dan ada yang  parasit pada tumbuhan dan manusia.
d. Mempunyai badan buah yang disebut basidiokarp, yaitu tempat  pembentukan basidium. Bentuk basidiokarp bermacam-macam,  misalnya payung, kuping, atau setengah lingkaran. Spora terbentuk  dalam basidium.
image
Gambar: (a) Amanita sp. merupakan jamur beracun. (b) Jamur kuping  (Auricularia polytricha) yang dapat dimakan.
2. Reproduksi Basidiomycotina
image
a. Reproduksi aseksual dengan cara membentuk konidia.
b. Reproduksi seksual dengan cara membentuk basidiospora.
Hifa (+) dan hifa (�) saling mendekat dan dinding selnya larut (plasmogami) sehingga terbentuk  hifa dengan dua inti haploid yang berpasangan (dikariotik). Hifa tersebut kemudian tumbuh menjadi  miselium sekunder (dikariotik). Ujung miselium dikariotik berkembang menjadi basidium. Dua inti  haploid dalam basidium bersatu menjadi 2n (kariogami). Setelah itu, terbentuk 4 tonjolan pada ujung  basidium (sterigma). Inti 2n membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid dan bergerak menuju  sterigma membentuk basidiospora. Basidiospora ini kemudian tumbuh menjadi hifa bersekat (n).
Video: Ilustrasi animasi reproduksi seksual Basidiomycotina

3. Contoh Basidiomycotina dan Peranannya 
image
a. Volvariella volvaceae (jamur merang) dan  Agaricus sp. sebagai bahan makanan. Jamur ini ditanam pada media yang mengandung  banyak selulosa dan mempunyai kelembapan tinggi, misalnya merang padi.
b. Auricularia polytricha (jamur kuping) sebagai bahan makanan. Bentuknya seperti telinga, kenyal, warnanya cokelat kehitaman, dan hidup pada kayu yang lapuk.
Selingan video tentang Basidiomycotina dapat Anda saksikan pada tayangan berikut:
c. Ganoderma aplantum (jamur kayu) sebagai bahan obat-obatan. Tubuh buahnya berbentuk setengah lingkaran seperti kipas dan keras
d. Amanita caesoria sebagai bahan makanan.
e. Amanita phalloides dan Amanita muscaria menghasilkan racun lalat.
f. Exobasidium vexans sebagai parasit pada tanaman teh.
g. Corticium salmonella (jamur upas) sebagai parasit pada batang pohon buah-buahan dan karet.
h. Ustilago scitaminae sebagai parasit pada tebu dan jagung.


Gambar tanaman tebu yang terinfeksi jamur Ustilago scitaminae (Sugarcane smut )
i. Puccinia graminis sebagai parasit pada tumbuhan Gramineae.
j. Puccinia arachidis sebagai parasit pada tumbuhan kacang.
k. Pleurotus (jamur tiram) sebagai bahan makanan. Sering dibudidayakan pada media dari serbuk kayu atau bahan yang mengandung banyak lignin dan selulosa.

 Kreativitas dan ekonomi kreatif:
Video berikut merupakan contoh budidaya jamur tiram yang bernilai ekonomis

Fungi Divisi Ascomycotina dan Peranannya

Ascomycota terdiri atas sekitar 30.000 spesies. Ascomycota disebut juga sac fungi. Diberi nama sac fungi karena memproduksi spora dari bagian reproduksi seksual yang berbentuk seperti kantung (sac). Beberapa Ascomycota hidup di dasar hutan yang berhumus tebal dan membentuk struktur reproduktif berbentuk mangkuk yang indah.

1. Ciri-Ciri Ascomycotina

a. Memiliki hifa bersekat dan berinti banyak.
b. Struktur tubuhnya ada yang uniseluler (contoh: Saccharomyces), bersel banyak dan membentuk miselium soenositik (contoh: Penicillium). Akan tetapi, ada pula Ascomycotina yang bersel banyak dan membentuk badan buah (contoh: Nectria).
c. Cara hidupnya ada yang saprofit dan ada yang parasit.
d. Menghasilkan spora dalam askus (askospora). Setiap askus mengandung 8 spora. Askus-askus tersebut berkumpul membentuk badan yang disebut askokarp. Beberapa bentuk askus sebagai berikut.


1) Askus tanpa askokarp.
Jamur yang tergolong kelompok ini tidak memiliki askokarp dan biasanya merupakan jamur uniseluler. Sel jamur bersel tunggal ini berfungsi sebagai askus. Nukleusnya yang diploid membelah secara meiosis membentuk empat sel askospora yang haploid. Contoh: Saccharomyces dan Candida.
2) Askus dengan askokarp berbentuk bola (kleistotesium).Contoh: Penicillium.
3) Akus dengan askokarp berbentuk botol berleher dan mempunyai ostiolum yaitu lubang untuk melepas askus dan askospora. Badan buah seperti ini disebut peritesium. Contoh: Neurospora crassa.
4) Askus dengan askokarp berbentuk mangkuk atau cawan (apotesium), contoh: Ascobolus.

2. Reproduksi Ascomycotina

a. Reproduksi Aseksual

image

Gambar: Daur hidup Ascomycotina uniseluler

1) Reproduksi aseksual pada Ascomycotina multiseluler dilakukan dengan fragmentasi miselium dan pembentukan konidia. Konidia adalah spora aseksual yang terbentuk pada ujung konidiofor.
2) Reproduksi aseksual pada Ascomycotina uniseluler dengan membentuk tunas. Pembentukan tunas (blastophora) pada Ascomycotina uniseluler diawali dengan dinding sel menonjol keluar membentuk tunas kecil. Nukleus dalam sel induk membelah dan salah satu nukleus bergerak ke dalam sel tunas. Sel tunas kemudian memisahkan diri dari sel induk untuk menjadi individu baru. Akan tetapi, kadang-kadang tunas tetap melekat pada sel induknya membentuk rantai sel yang disebut sebagai hifa semu (pseudohifa).

b. Reproduksi Seksual

image

1) Reproduksi seksual pada Ascomycotina uniseluler terjadi dengan cara konjugasi. Konjugasi 2 sel Ascomycotina (n) menghasilkan zigot (2n). Zigot tumbuh menjadi askus. Dalam askus terjadi pembelahan meiosis menghasilkan 4 sel askospora (n).
2) Reproduksi seksual pada Ascomycotina multiseluler dilakukan dengan cara berikut. Askospora tumbuh menjadi benang hifa. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium. Ujung miselium berubah fungsi menjadi askogonium (oogonium) dan anteridium yang saling berpasangan. Selanjutnya terjadi pembelahan mitosis membentuk hifa (2n). Ujung hifa yang dewasa membentuk askus. Inti pada askus membelah secara meiosis membentuk 8 askospora (n). Askospora yang telah masak akan tersebar dari askus yang pecah. Askospora yang jatuh di tempat yang sesuai akan berkecambah menghasilkan hifa haploid yang baru.

 

3. Contoh Ascomycotina dan Peranannya

a. Saccharomyces disebut juga sel khamir, yeast, atau ragi. Saccharomyces merupakan mikroorganisme uniseluler dan tidak mempunyai badan buah. Saccharomyces dapat melakukan
fermentasi yang dimanfaatkan dalam pembuatan tapai, roti, dan anggur.
Reaksi fermentasinya sebagai berikut.


image

Dalam proses fermentasi tersebut, Saccharomyces mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida. Karbon dioksida inilah yang mengakibatkan adonan roti mengembang. Beberapa jenis Saccharomyces sebagai berikut.
1) Saccharomyces cerevisiae berguna dalam pembuatan tapai dan roti.
2) Saccharomyces tuac memfermentasi air nira (legen) menjadi tuak.
3) Saccharomyces ellipsoideus memfermentasi buah anggur menjadi wine.
b. Penicillium hidup sebagai saprofit dalam bahan organik dan ada yang menghasilkan zat antibiotik.
Konidianya berwarna hijau. Beberapa jenis Penicillium sebagai berikut.
1) Penicillium islandicu mmerusak beras sehingga berwarna kuning.
2) Penicillium expansium mengakibatkan buah apel busuk.
3) Penicillium italicum mengakibatkan buah jeruk busuk.
4) Penicillium notatum, Penicillium chrysogenum, dan Penicillium vermiculatum menghasilkan antibiotik.
5) Penicillium cammemberti dan Penicillium requefortii dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keju.

Gambar: Penicillium sp. via http://forces.si.edu/soils/images/media/library_020_lg.jpg


c. Neurospora crassa dimanfaatkan dalam pembuatan oncom merah dari ampas tahu. Konidianya
berwarna merah bata.
d. Trichoderma resei dapat menghasilkan enzim selulase, yaitu enzim pengurai selulosa. Enzim ini
dapat digunakan untuk memproduksi PST (Protein Sel Tunggal).
e. Morchela esculenta dan Sarcoscypha coccinea, badan buahnya dapat dimakan.
f. Ascobolus scatigenus, saprofit pada kotoran sapi. Askokarpnya berbentuk seperti mangkuk disebut
apotesium.
g. Erysiphe merupakan parasit pada permukaan daun tanaman. Askokarpnya berwarna putih seperti
tepung dan terdapat pada permukaan daun.

h. Fusarium, merupakan parasit pada batang tebu, padi, pisang, tomat, dan kentang.
i. Claviceps purpurea merupakan penyebab penyakit ergot pada tanaman gandum. Apabila hewan atau manusia mengonsumsi gandum yang terkena penyakit ini akan mengalami ergotisma. Gejala ergotisma yaitu terjadi kejang otot dan kelumpuhan.

Image via: http://www.emlab.com/m/media/Aspergillus.jpg

j. Aspergillus oryzae merombak zat pati dalam pembuatan minuman beralkohol.
k. Aspergillus wentii dan Aspergillus soyae berguna dalam pembuatan kecap.
l. Aspergillus flavus menghasilkan aflatoksin yang mengakibatkan kanker hati. Jamur ini banyak terdapat pada kacang tanah dan makanan yang dibuat dari bahan kacang tanah.
m.Aspergillus fumigatus mengakibatkan penyakit pada saluran pernapasan unggas.
n. Aspergillus nigel menghasilkan asam sitrat.
o. Aspergillus nidula nshidup parasit pada telinga dan mengakibatkan automikosis.

Sumber: Campbell, N.A., et al. 2006. Biology Concepts & Connections. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company

Zygomycotina dan Peranannya

Zygomycota memiliki anggota sekitar 600 spesies. Contoh Zygomycotina yang terkenal adalah Rhizopus oryzae. Jamur ini biasa dipergunakan untuk membuat tempe dan merupakan jamur hitam yang biasa tumbuh pada roti. Contoh spesies lain dari divisi ini, antara lain Mucor sp. dan Pilobolus sp. Siklus hidup dari jamur Rhizopus stolonifer yang tumbuh pada roti, memperlihatkan siklus seksual dan aseksual Zygomycota. Hifa haploid dari Zygomycota tampak serupa, tetapi sebenarnya memiliki cara perkawinan yang berbeda.

1. Ciri-Ciri Zygomycotina 
a. Hidup di tempat-tempat lembap.
b. Membentuk spora istirahat berdinding tebal yang disebut zigospora.
c. Mempunyai hifa bercabang-cabang dan tidak bersekat (soenositik), dengan dinding sel tersusun atas zat
 kitin. Ada tiga tipe hifa Zygomicotina, yaitu 
1) Stolon yaitu hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat dan menghubungkan dua kumpulan sporangium.
2) Rizoid yaitu hifa yang menembus substrat untuk menyerap makanan.
3) Sporangiofor yaitu hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangia globuler (berbentuk bulat) di ujung-ujungnya. 
d. Umumnya mempunyai rizoid yang berguna untuk melekat pada substrat.
2. Reproduksi Zygomycotina
a. Reproduksi Aseksual Zygomycotina
Reproduksi aseksual pada Zygomycotina menggunakan spora vegetatif. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dengan ujung menggembung membentuk sporangium. Sporangium adalah struktur penghasil spora vegetatif. Sporangium yang masak berwarna hitam kemudian pecah dan tersebar. Jika berada di lingkungan yang sesuai spora akan tumbuh menjadi miselium baru.

b. Reproduksi Seksual Zygomycotina
Hifa jantan (+) dan hifa betina (�)saling berdekatan. Hifa-hifa tersebut membentuk cabang hifa (gametangium). Kedua gametangia mengandung banyak inti haploid. Dinding kedua gametangium kemudian pecah sehingga terjadi penyatuan plasma sel. Peristiwa ini disebut plasmogami. Selanjutnya, inti haploid jantan bertemu dengan inti haploid betina (kariogami) dan terjadi peleburan sehingga terbentuk zigot. Zigot membentuk kotak spora yang disebut zigosporangium dan sporanya disebut zigospora. Zigospora akan tumbuh menjadi hifa setelah melewati masa dormansi.Zigospora mengalami penebalan dinding sel sehingga dapat bertahan pada kondisi kering selama berbulan-bulan. Jika kondisi lingkungan menguntungkan, zigospora akan tumbuh dan membentuk sporangium. Jika sporangium masak, dindingnya akan robek sehingga spora tersebar.
image
Gambar: Siklus hidup Zygomycotina

3. Contoh Zygomycotina dan Peranannya
image
a. Rhizopus sp., mampu memecah amilum menjadi dekstrosa, protein, dan lemak dalam kedelai menjadi molekul yang lebih kecil. Apabila tumbuh pada makanan atau buah-buahan dapat bersifat merugikan karena mengakibatkan pembusukan. Beberapa jenis Rhizopus sebagai berikut.
1) Rhizopus stolonifer merupakan jamur yang biasa tumbuh pada roti basi.
2) Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae merupakan jamur yang membantu dalam pembuatan tempe. 3) Rhizopus nigricans mampu menghasilkan asam fumarat dan biasa tumbuh pada tomat.
b. Mucor mucedo banyak ditemukan pada kotoran ternak. Pada struktur jamur Mucor antara sporangium dan sporangiofor dipisahkan oleh sekat menonjol yang disebut kolumela.
c. Mucor hiemalis berperan dalam fermentasi susu kedelai.
d. Pilobolus hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi.
e. Beauveria bassiana berperan sebagai parasit pada wereng.
f. Metarrhisium anisopliae berperan dalam mengendalikan kumbang kolorado.
Kumbang kolorado yang diserang oleh spesies Metarrhisium anisopliae
sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Metarhizium_anisopliae

Integrasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Materi Fungi

UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 menyebutkan  bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Amanah UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 tersebut bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafaskan nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Integrasi nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran menjadi penting karena saat ini pendidikan karakter sudah semakin urgen diterapkan  dalam sistem pendidikan kita. Tuntutan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Oleh karena itulah, zona biologi kita dalam posting-postingnya ke depan akan mencoba mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karekter. Tentu saja dengan tetap menghasung genre posting blog khas  yaitu pembelajaran untuk setiap gaya belajar siswa. Kali ini dimulai dari materi Fungi untuk siswa kelas X.

>Standar Kompetensi :

       Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup

>Kompetensi Dasar

       Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan  kajian  literatur serta peranannya bagi kehidupan.

> Nilai karakter yang dikembangkan

       Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

> Nilai Kreativitas

      Memiliki jiwa wirausaha, Indikator : peluang usaha jamur tiram

 

Kompetensi yang akan dicapai: Mendeskripsikan ciri-ciri jamur secara umum.

A. Kompetensi 1

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri jamur Zygomycotina dan peranannya bagi kehidupan.
  2. Memfermentasi bahan makanan menggunakan jamur Rhizopus oryzae dan mengidentifikasi struktur jamur tersebut.

B. Kompetensi 2

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri jamur Ascomycotina dan peranan bagi kehidupan.
  2. Mengidentifikasi jenis jamur yang digunakan dalam pembuatan oncom.

C. Kompetensi 3

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri jamur Basidiomycotina dan peranannya bagi kehidupan.
  2. Mengidentifikasi struktur tubuh jamur Basidiomycotina.

D. Kompetensi 4

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri jamur Deuteromycotina dan peranannya bagi kehidupan.
  2. Mengidentifikasi struktur tubuh jamur Deuteromycotina.
  3. Mengidentifikasi struktur tubuh Lichenes.

Indikator umum: Siswa memahami dasar pengklasifikasian jamur dan ciri-cirinya serta peranannya bagi kehidupan.

zygomycota

Contoh Fungi Zygomycotina, credit to:www.bionet-skola.com

Secara umum, Fungi memiliki ciri-ciri seperti berikut.

  1. Organisme eukariotik yang memiliki dinding sel dari zat kitin.
  2. Tidak mempunyai klorofil sehingga hidupnya bersifat heterotrof. Fungi memperoleh bahan organik dari lingkungannya, baik dari makhluk hidup lain atau dari sisa makhluk hidup.
  3. Anggota Fungi ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. Tubuh Fungi multiseluler berupa talus yang tersusun atas hifa yang bercabang-cabang membentuk miselium.
  4. Habitatnya di tempat-tempat lembap dengan pH rendah serta bersifat kosmopolitan (mudah hidup di berbagai tempat).
  5. Dalam daur hidup Fungi terjadi reproduksi seksual dan aseksual.

Kingdom Fungi dibagi menjadi empat divisi berdasarkan struktur hifa dan struktur penghasil spora yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.

Klasifikasi Protozoa

Protozoa artinya hewan pertama (protos = pertama; zoon = hewan), digambarkan sebagai organisme mirip hewan karena dapat bergerak dan mengambil makanan dari organisme lain. Pengklasifikasian Protozoa berdasarkan alat geraknya. Protozoa dikelompokkan ke dalam enam filum,
Rhizopoda, Actinopoda, Foraminifera, Zooflagellata, Ciliata, dan Sporozoa.

a. Filum Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda bergerak menggunakan kaki semu atau pseudopodia. Pseudopodia juga berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Kaki semu tersebut merupakan penjuluran protoplasma sel. Habitatnya di air tawar atau air laut, di tempat basah atau hidup parasit dalam tubuh hewan dan manusia.

image

 

Rhizopoda yang mudah diamati adalah Amoeba. Bentuk tubuh Amoeba tidak tetap. Bagian luar tubuhnya terdapat membran sel yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, pengatur pertukaran zat atau gas, penerima rangsang kimia dari lingkungan, dan sebagai alat gerak dengan cara membentuk pseudopodia. Bagian dalam tubuh Amoeba terdapat sitoplasma. Sitoplasma pada Amoeba dapat dibedakan menjadi dua, ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam). Reproduksi aseksualnya dengan cara membelah diri. Perhatikan Gambar pembelahan sel Amoeba proteus berikut!

image

Amoeba bergerak menggunakan pseudopodia. Selain untuk bergerak, pseudopodia digunakan untuk menangkap makanan. Setelah menangkap makanan, pseudopodia membentuk rongga makanan. Rongga makanan tersebut kemudian beredar di dalam sitoplasma. Pada saat itu, makanan dicerna dan sari makanan masuk dalam sitoplasma.

Ada dua jenis Amoeba berdasarkan tempat hidupnya, Ektoamoeba dan Entamoeba.

1) Ektoamoeba
Ektoamoeba hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas). Contoh Amoeba proteus (hidup di tanah lembap), Difflugia (hidup di air tawar), dan Globigerina (hidup di air laut).

2) Entamoeba
Entamoeba hidup di dalam tubuh organisme lain. Contoh Entamoeba sebagai berikut.

a) Entamoeba histolytica
Organisme ini hidup di dalam usus besar manusia dan bersifat parasit. Entamoeba histolyticamasuk ke dalam tubuh manusia melalui minuman atau makanan dan mengakibatkan penyakit diare yang disebut juga penyakit amebiasis. Apabila tidak diobati, kista Amoebadapat mencapai hati dan tinggal di dalamnya. Dalam jangka waktu lama kista tersebut dapat menyerang organ hati.

b) Entamoeba coli
Entamoeba coli hidup dalam tubuh manusia dan tidak bersifat parasit.

c) Entamoeba gingivalis
Entamoeba gingivalis hidup dalam rongga mulut. Organisme ini menguraikan sisa makanan dalam rongga mulut. Organisme ini dapat mengakibatkan peradangan dalam rongga mulut yang disebut gingivitis.

 

b. Filum Actinopoda

Actinopoda mempunyai pseudopodia ramping dan menyebar yang disebut axopodia. Tubuhnya berbentuk bola. Contoh Actinopoda
1) Heliozoa, tidak bercangkang dan hidup di air tawar.
2) Radiozoa, bercangkang dari bahan silika dan hidup di air laut.
Cangkangnya sering dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk gelas, bahan penggosok, dan bahan peledak.

c. Filum Foraminifera
Foraminifera memiliki cagkang yang terdiri dari zat kapur dan silika. Cangkang Foraminifera berwarna cerah dan pada permukaannya terdapat lubang-lubang kecil. Gerakan organisme ini sangat lambat. Hidupnya di laut dan menempel di bebatuan atau sebagai plankton. Contoh Foraminifera adalahPolistomella dan Globigerina.

foraminefera

Cangkang Foraminifera digunakan untuk menunjukkan sumber minyak. Selain itu, Foraminifera juga digunakan untuk menentukan umur relatif lapisan-lapisan batuan sedimen laut. Hal ini dikarenakan
cangkang Foraminifera ditemukan di semua lapisan batuan. Rangka Foraminifera yang telah mati akan mengendap di dasar laut dan dalam waktu yang lama akan hancur menjadi tanah globigerina.
Berikut ini adalah contoh cangkang Foraminifera  yang sudah mengeras menjadi kerak pembentuk tanah Globigerina. Sumber:http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0377839807001132

 

Full-size image (216 K)

 

d. Filum Zooflagellata (Zoomastigophora)

Zooflagellata mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). Habitatnya di air tawar atau air laut dan tempat basah atau parasit dalam tubuh hewan dan manusia. Kebanyakan Zooflagellata hidup soliter, tetapi ada yang berkoloni. Ada Zooflagellata yang hidup bersimbiosis dan ada yang hidup sebagai parasit dalam tubuh hewan atau manusia. Contoh Zooflagellata yang hidup bersimbiosis, yaitu Trichonympha dan Myxotricha yang hidup di dalam usus rayap. Spesies ini menghasilkan enzim selulase yang berguna untuk mencerna selulosa dalam kayu yang dimakan rayap.  Contoh Zooflagellata yang bersifat parasit dan dapat mengakibatkan penyakit sebagai berikut.

trypanosoma1

1) Trypanosoma gambiense dan T. rhodosiensi, mengakibatkan penyakit tidur pada manusia. Hospes
intermediatnya, yaitu lalat tse-tse (Glossina palpalis).

lalat tse tse

Gambar lalat Tse-tse (Glossina palpalis)

sumber: http://www.diptera.info/photogallery.php?photo_id=4781


Trypanosoma_gambiense

2) Trypanosoma evansi, penyebab penyakit sura pada hewan ternak. Hospes intermediatnya lalat tabanus.
3) Trypanosoma cruzi, hidup dalam darah manusia dan dapat mengakibatkan anemia.
4) Leishmania donovani, penyebab penyakit kala-azar.
5) Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit.
6) Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita yang mengakibatkan peradangan vagina.
Peradangan ini ditandai oleh keluarnya cairan dari vagina disertai rasa gatal pada alat kelamin.

e. Filum Ciliata (Ciliophora)

image 

Contoh Cilliata : Paramecium caudatum (sering disebut protozoa sendal)

 

Ciliata merupakan Protista bersel satu yang seluruh permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut atau bulu getar (silia) yang berjumlah banyak. Beberapa Ciliata mempunyai silia yang mengelompok di bagian tertentu di tubuhnya. Silia berfungsi untuk bergerak dan memasukkan makanan ke dalam sitostoma.

Makanan dari sitostoma kemudian masuk ke sitofaring (kerongkongan sel). Setelah penuh, makanan kemudian masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.

Sel Ciliata mempunyai dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berukuran lebih besar daripada mikronukleus. Makronukleus berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Mikronukleus berfungsi pada proses reproduksi.

Ciliata mempunyai bentuk tubuh yang tetap, tidak berubah dengan bentuk dasar oval. Habitatnya di
daerah yang mengandung banyak bahan organik dan ada yang hidup sebagai parasit. Beberapa contoh Ciliata sebagai berikut.

1) Vorticella, mempunyai bentuk seperti lonceng, tangkai memanjang yang melekat pada dasar dengan silia di sekeliling mulutnya.
2) Didinium, hidup di perairan dan merupakan predator Paramecium.
3) Stentor, banyak hidup di sawah atau air menggenang yang mengandung banyak bahan organik.
Organisme ini berbentuk seperti terompet dengan bagian mulut dikelilingi silia dan bagian tangkainya
melekat pada dasar.

4) Nyctoterus ovalis, merupakan organisme bersel satu yang hidup di dalam usus kecoak. Organisme
ini berbentuk oval dan dapat bergerak karena pada permukaan tubuhnya terdapat silia. Bentuk
organisme ini mirip Paramecium.
5) Paramecium caudatum berbentuk seperti sandal. Silia Paramecium caudatum terdapat di seluruh
permukaan tubuhnya.
6) Balantidium coli, sebagai parasit dalam tubuh manusia dan hewan ternak, hidup dalam usus besar
dan dapat mengakibatkan diare.


f. Filum Sporozoa (Apicomplexa)
Semua anggota filum Sporozoa bersifat parasit dan tidak mempunyai alat gerak yang spesifik. Pada fase zigot mampu bereproduksi membentuk spora. Contoh Sporozoa adalah Plasmodium sp. Jenis Sporozoa ini dapat mengakibatkan penyakit malaria melalui vektor nyamuk Anopheles betina.

Plasmodium terdiri atas empat spesies berikut.
1) Plasmodium vivax mengakibatkan penyakit malaria tertiana, masa sporulasinya setiap 2�24 jam.
2) Plasmodium malariae mengakibatkan penyakit malaria kuartana, masa sporulasinya setiap 3�24 jam.
3) Plasmodium ovale mengakibatkan penyakit malaria dengan gejala mirip malaria tertiana, masa sporulasinya setiap 48 jam.
4) Plasmodium falcifarum mengakibatkan penyakit malaria tropika, masa sporulasinya antara
1�3 � 24 jam.

Plasmodium bereproduksi secara metagenesis atau mengalami pergiliran keturunan. Proses metagenesis ini terbagi dalam dua fase berikut.

image

1) Fase generatif (sporogoni) yang terjadi dalam tubuh nyamuk.

Setelah nyamuk mengisap darah manusia yang menderita malaria, mikrogametosit berkembang menjadi mikrogamet (gamet jantan) dan makrogametosit berkembang menjadi makrogamet (gamet betina). Selanjutnya, terjadi fertilisasi antara mikrogamet dan makrogamet di dalam usus nyamuk.

Fertilisasi tersebut menghasilkan zigot diploid (ookinet). Ookinet kemudian masuk ke dalam dinding usus nyamuk membentuk kista. Dalam kista tersebut, zigot berkembang menjadi sporozoit. Sporozoit
kemudian menuju ke kelenjar ludah nyamuk.

2) Fase vegetatif (schizogoni/membelah diri) yang terjadi dalam tubuh manusia.

Sporozoit berpindah ke tubuh manusia melalui ludah nyamuk Anophelesbetina saat nyamuk itu menggigit. Sporozoit kemudian masuk ke dalam sel-sel hati dan berkembang menjadi merozoit. Merozoit ini dapat menyerang sel-sel darah merah sehingga sel-sel tersebut pecah. Dalam keadaan ini, penderita malaria mengalami demam. Merozoit kemudian berkembang menjadi gametosit (mikrogametosit dan makrogametosit).

Toxoplasma gondii juga termasuk Sporozoa. Toxoplasma gondii mengakibatkan toxoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Infeksi Toxoplasmaterutama membahayakan ibu yang sedang hamil. Bayi yang dikandung ibu yang terinfeksi Toxoplasmabisa meninggal sebelum lahir atau dilahirkan dalam keadan cacat.

Berikut video tentang Toxoplasma gondii :

Sumber:

  • Campbell, N.A. 1997. Biology. Fourth Edition. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company Inc.
  • Campbell, N.A., et al. 2006. Biology Concepts & Connections. California: The Benjamin/Commings Publishing
    Company
  • Glenn, dan Susan T. 1987. New Understanding Biology for Advance Level. Fourth Edition. United Kingdom: Stanley Thorns (Publisher) Ltd.
  • Gutman, B.S. 1999. Biology. New York: Mc Graw Hill.
  • Schlegel, H.G. 1994. Mikrobiologi Umum. Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  • Youtube

Ciri-ciri Protozoa: Protista Mirip Hewan

   Protista mirip hewan dikenal dengan sebutan Protozoa. Protozoa berasal dari kata proto = mulamula dan zoon = hewan sehingga Protozoa diartikan sebagai hewan permulaan atau awal.

Ciri-ciri umum Protozoa antara lain:

a. Merupakan organisme bersel satu.

b.Mempunyai inti eukariotik.

c.Ukuran tubuh antara 100�300 mikron.

d.Sebagian besar anggota Protozoa mempunyai alat gerak.

e.Alat gerak Protozoa, antara lain kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), dan bulu cambuk (flagelum).

f.Habitat Protozoa di air tawar, air laut, tempat lembap, tubuh hewan, dan tubuh manusia.

  protozoans

Sel Protozoa umumnya terdiri atas membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil,
dan inti sel. Membran sel berfungsi sebagai pelindung serta pengatur pertukaran makanan dan gas. Sitoplasma adalah cairan sel yang berada di dalam membran sel. Vakuola makanan adalah vakuola pencernaan makanan masuk melalui membran sel atau sitoplasma (mulut sel). Vakuola kontraktil adalah vakuola yang mengeluarkan sisa makanan. Inti sel berfungsi untuk mengatur aktivitas sel.

Protozoa melakukan reproduksi aseksual dengan cara pembelahan biner dan melakukan reproduksi seksual dengan cara konjugasi. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, beberapa Protozoa membentuk sel tidak aktif yang disebut kista. Setelah lingkungan membaik, dinding kista pecah dan Protozoa dapat hidup secara normal.